Inside Me

Jakarta, Indonesia
a sleepyhead. sometimes very loud, other times very quiet. i like to sing even though i sound like a crying pug.

2/14/2014

No Val's Day in Indonesia: Pray!


Hai, as we know, today is Feb 14th, that means Valentine's Day! Sebenernya sih Valentine gak berlaku di kultur Indonesia, tapi karena orang Indonesia banyak yang terkena dampak westernisasi jadi gak sedikit juga yang ngucapin atau bahkan ngerayain atau bahkan galau karena gak bisa ngerayain karena gak punya partner..
Me? I don't care about Val's Day. Menurut gue Valentine's Day sama aja kayak hari-hari biasa. Hari kasih sayang? Kasih sayang itu selalu ada setiap hari bukan cuma tanggal 14 Februari doang hehe

Well, gue gak mau bahas Valentine's Day sih karena ada yang jauh lebih penting daripada hal itu, yes, it's mount Kelud eruption. As an Indonesian who lives in Java, gue takut kena imbas dari erupsi gunung Kelud karena (sepertinya) ini lebih dahsyat dari gunung Merapi atau gunung Sinabung. Coba bayangkan, Solo yang jaraknya kurang lebih 350 km dari gunung Kelud kena imbas hujan debu vulkaniknya cukup parah, mungkin hal ini diperparah oleh angin yang bertiup ke arah barat (eh, bener kan barat?). Gak menutup kemungkinan dong kalo hujan debu vulkanik bisa sampai ke Jakarta?

Cukup banyak kawan-kawan gue yang berada di Jogja dan Solo tadi pagi yang update info dan foto imbas hujan debu vulkanik di daerahnya. Ada yang berpose dengan memakai masker sembari membesihkan mobilnya dan menyapu halaman kos, ada yang mengukir tulisan di debu, ada juga yang memotret tugu Jogja dengan menambahkan caption "ayo yang mana tugunya?" menyuruh kita untuk menebak letak tugu yang tertutup debu vulkanik. Sanak saudara yang ada di kawasan Surabaya, Malang, dan Jogja juga silih berganti memberi kabar. Om gue yang di Malang bilang, efek debu vulkanik itu sudah sampai Cirebon (bahkan seorang kawan di Bandung bilang di sana sudah terkena debu juga, bayangkan betapa jauhnya Kelud dengan Bandung!), dan rencananya "mbah" Kelud mau mengirim debu-debu itu sampai ke Istana Negara yang berada di Jakarta. Waduh, kalo gitu mau gak mau warga Jakarta kena imbas juga dong walaupun cuma sedikit? Ya tapi belum tau juga sih apa itu benar atau tidak, namanya juga mitos..

Sedih melihat Indonesia yang tak henti-hentinya terkena musibah: erupsi Sinabung, banjir Jakarta, gempa di daerah Jawa beberapa minggu yang lalu, dan sekarang erupsi Kelud. Masalah yang satu belum selesai, sudah timbul masalah baru lagi.

Sudah saatnya untuk kita lebih sadar akan alam dan berbaik hati lah kepadanya karena percaya atau tidak, alam bisa membalas kejahatan atau keacuhan kita terhadapnya 1000x lebih dahsyat.

Mungkin ini peringatan dari Tuhan agar kita lebih banyak berdoa dan tetap berada di jalan yang benar.
Mungkin ini Tuhan menghimbau kita untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam.
Mungkin alam sudah bosan dengan sisi buruk para penghuni bumi.
Mungkin alam sudah muak dengan para penghuni bumi yang tidak bisa menjaganya.
Mungkin alam sudah benar-benar murka karena semakin banyak manusia yang melupakan jasanya untuk kehidupan kita.

My thoughts and prayers goes to those who affected by the Kelud's erruption. Apresiasi tinggi kepada polisi, tentara, mahasiswa, dan relawan yg telah sekuat tenaga membantu para korban Gunung Kelud. Semoga kita semua selalu berada di bawah lindungan Allah SWT. Aamiin..

#prayforkelud #prayforindonesia

No comments: